Rabu, 25 Juli 2012

PRAKTIKUM FISIKA KELAS XI IPA TAHUN 2012-2013

Assalamu'alaikum

Bagi siswa MAN Purwokerto 2 kelas XI IPA silahkan untuk mendownload petunjuk praktikum Fisika semester ganjil dan genap tahun 2012/2013 disini

Penjelasan tentang pelaporan tunggu saja ketika praktikum akan dimulai

terimakasih

LABORAN

Wassalamu'alaikum

Sabtu, 26 Mei 2012

IKUTI KATA HATI DAN JADILAH DIRI SENDIRI

Hidup itu sungguh tidak sederhana. Seringkali kita hidup tidak menuruti kata hati, namun lebih cenderung mengikuti apa kata orang. Mulai dari urusan perut, gaya rambut, kendaraan, hingga urusan apa yang menempel di badan kita alias gaya berpakaian.

Pernah suatu ketika saya bertemu seorang teman lama di sebuah pusat perbelanjaan. Begitu melihat saya, teman lama ini langsung mengenali. Saya senang, karena setelah sekian tahun tidak ketemu, dia masih mengenali wajah saya. Itu artinya tidak banyak perubahan pada wajah, alias saya masih nampak awet muda. Itu cukup melegakan hati.

Namun teman saya yang usil ini mulai mengomentari soal tubuh saya yang kurus dan rambut saya yang mulai ada ubanannya. Wah seketika itu juga, rasanya semua orang jadi menoleh ke arah saya melihat tubuh kurus dan uban di rambut saya.

Terlebih lagi teman yang benar - benar suka mengurusi orang lain ini menambahkan sebuah pertanyaan, "Kamu sakit apa kok kelihatan kurus?". Aduhhh.. Saya jadi merasa seperti orang berpenyakitan, padahal sebelum bertemu teman saya ini, saya merasa sehat - sehat saja.

Sepulang di rumah, saya masuk ke kamar dan melihat diri saya di cermin. Saya amat - amati tubuh dan rambut saya. Kurang puas dengan gambar tubuh saya yang terpantul di cermin, saya pun menimbang badan dengan timbangan digital.

Ahh, ternyata berat saya masih normal. Tidak jauh berbeda dengan saya saat duduk di bangku SMA, bahkan kelebihan beberapa kilogram.

Saya berpikir - pikir, kenapa teman saya ini mengatakan saya kurus, kalau kenyataannya berat saya stabil sejak dulu hingga sekarang. Aha! Saya baru sadar, bahwa teman saya tadi perutnya buncit dan ukuran tubuhnya jauh lebih besar daripada saat kami sama - sama sekolah. Terang saja ia melihat saya lebih kurus.

Fakta sebenarnya adalah teman saya yang badannya membengkak lebih besar, sehingga ia melihat saya seolah - olah 'mengecil'. Nah, begitu urusan berat badan terpecahkan, maka urusan uban tidak jadi masalah, karena toh di salah satu profesi saya sebagai narasumber dan trainer, jumlah uban berkorelasi positif dengan tarif.

Poin saya adalah jika kita hidup dengan terus - menerus mendengarkan apa kata orang, maka kita tidak akan pernah hidup tenang dan bahagia. Kita akan seperti hidup di dalam sangkar, karena segala gerak langkah dan pilihan hidup kita selalu dibatasi oleh apa kata orang lain.

Salah satu resep untuk hidup bahagia dan suka cita sepanjang hari adalah dengan menjadi diri sendiri dan mengikuti apa kata hati. Bolehlah kita mendengarkan orang sebagai masukan. Namun ambilah keputusan dan jalan hidup berdasarkan kata hati yang paling dalam, karena hati tak pernah salah.

Latihlah kepekaan untuk mendengarkan suara hati anda dan nikmati hidup berkelimpahan yang telah disediakan Tuhan bagi kita

"Teruslah bergerak karena hidup itu seperti bersepeda, untuk menjaga keseimbangan maka kita harus tetap bergerak" (Enstein)

Kamis, 10 Mei 2012

GOLONGAN HEWAN

Hewan laun yang berada di Pantai Krakal adalah termasuk dalam zona Intertidal/pasang surut, untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini

Untuk deskripsi species yang lain dapat di klik di sini

Halaman  Link adalah dalam bahasa inggris untuk menerjemahkan silahkan gunakan Google translate jangan lupa mengeditnya kembali karena terjemahan dari Google kadang tidak sesuai dengan tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar

TERIMAKASIH ATAS KERJASAMANYA DAN MAAF ATAS KETRLAMBATAN NYA

Sabtu, 05 Mei 2012

LEMBAR KERJA SISWA OUT DOR CLASS 2012

Jika hanya untuk melihatnya silahkan klik di bawah ini :
IPA (Biologi, Kimia dan Fisika)
AGAMA (Fiqih, Qur'an Hadits, Aqidah akhlak, Bahasa Arab)

Jumat, 27 April 2012

KLASIFIKASI ALGA (DOWNLOAD FILE)

Untuk download kunci determinasi alga sampai ke tingkat genera/genus silahkan klik disini

Selanjutnya jika ingin mengetahui nama spesies alga dan contoh gambar/fotonya silahkan klik di masing masing kelas yang dinginkan di bawah ini :

> Alga Hijau
> Alga Coklat
> Alga Merah

Jika pada file yang tersedia ternyata spesies yang dimaksud tidak ada deskripsinya silahkan mencarinya di Algabase atau Alga Terra 
Juga bisa di ling di Wikipedia dengan link sebagai berikut : Alga Hijau, Alga Coklat,dan Alga Merah

KLASIFIKASI ALGA (URAIAN)


DEFINISI

Alga merupakan protista yang bertalus memiliki pigmen dan klorofil. Tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler) dan ada pula yang banyak sel (multiseluler). Yang Uniseluler umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup sebagai Nekton, Bentos atau. Habitat alga adalah air atau di tempat basah, sebagai Epifit atau sebagai Endofit.
Klasifikasi alga didasarkan pada morfologi sel-sel reproduksin, pigmen dalam plastida dari sel vegetatif, dan macam ,makanan cadangan .Semua alga mengandung klorofil tetapi ada pigmen lain yang ,menyusun yang terkandung dalam plastida.
Ada dua macam plastida pada alga (kecuali Cyanophyta)
a. Kloroplas : mengandung klorofil dan dapat juga terkandung pigmen lain yaitu xantofil dan karotin.
b. Kromoplas (kromatofor ) pembawa zat warna lain dari krorofil seperti pigmen xantofil dan karotin.
Dengan demikian alga dapat berfotosintesis.Ganggang berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.

Klasifikasi
Berdasarkan Perbedaan Pigmen, Ganggang Dibagi Menjadi 4 Divisio

Fikosianin = warna biru;
Xantofil = warna kuning;
Karoten = warna keemasan;
Fikosantin = warna pirang;
Fikoeritrin = warna merah.

BERDASARKAN PERBEDAAN PIGMEN, GANGGANG DIBAGI MENJADI 4 DIVISIO
1. CLOROPHYTA (ganggang hijau)
Mengandung pigmen hijau, yaitu klorofil
Contoh :
- Chlamydomonas sp.
- Chlorella sp.
- Euglena sp. Volvox sp. mahluk transisi antara ganggang dan
protozoa

2. CHRYSOPHYTA (ganggang keemasan)
Memiliki pigmen Karoten, disamping adanya klorofil.
Contohnya yang paling umum adalah Navicula sp. (Ganggang kresik = Diatomae), ganggang ini mengandung zat kersik yaitu silikat. Tanah yang mengandung ganggang ini disebut Tanah Diatom, baik sekali sebagai bahan lapisan pada dinamit, dapat pula digunakan sebagai bahan penggosok, saringan dan lain-lain.

3. PHAEOPHYTA (ganggang pirang=ganggang coklat)
Memiliki pigmen Fikosantin, disamping adanya klorofil. Semua anggotanya hidup di laut.
Contohnya:
- Turbinaria australis
- Sargassum siliquosum
- Fucus vesiculosus (bahan pewarna
alami)

Beberapa jenis ganggang ini menghasil-kan Asam Alginat yang berguna bagi industri tekstil dan makanan sebagai zat warna.

4. RHODOPHYTA (ganggang merah)
Memiliki pigmen Fikoeritrin, di samping ada-nya klorofil.

Contohnya:
- Eucheuma spinosum, merupakan
penghasil agar-agar.
- Gracillaria sp., menghasilkan bahan untuk
pembuatan kosmetika

Chlorophyta (Ganggang Hijau)

Ganggang hijau atau Chlorophyceae adalah salah satu kelas dari dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya.Ganggang hijau ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak berupa benang, lembaran, atau membentuk koloni. Spesies ganggang hijau yang bersel tunggal ada yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap.
Sel-sel ganggang hijau bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti). Pigmen klorofil baik klorofil a dan klorofil b terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga ganggang ini berwarna hijau, pigmen lain yang dimiliki adalah karoten dan xantofil. Klorofil dalam pigmen lain terdapat dalam kloroplas yang bentuknya bermacam-macam antara lain mangkuk, gelang, pita spiral, jala dan bintang. Di dalam kloroplas terdapat butiran padat yang disebut pirenoid yang berfungsi untuk pembentukan tepung. Ganggang hijau merupakan golongan terbesar di antara ganggang dan kebanyakan hidup di air tawar. Sebagian lagi hidup di darat, di tempat yang lembab, di atas batang pohon, dan di laut. Beberapa genus dari ganggang hijau mempunyai alat gerak berupa flagel dan bintik mata (stigma).
Perkembangbiakan ganggang hijau
Kelompok ganggang hijau berkembangbiak secara:
• Vegetatif (aseksual), yaitu:
o pembelahan sel
Sel membelah menjadi 2 yang saling terpisah sehingga membentuk sel – sel tunggal, pada beberapa genera sel – sel membelah searah dan tidak saling terpisah sehingga membentuk filamen yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang disebut trikom. Tempat – tempat tertentu dari filamen baru setelah mengalami dormansi ( istirahat yang panjang ). Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara contoh pada Gleocapsa. Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogen (terlihat dengan mikroskop cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel vegetatif. Sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penabalan eksternal oleh tambahan zat yang kompleks. Studi ultrastruktur dari perkembangan akinet dilaporkan bahwa akinet dari Anabaena doliolum susunannya terdapat diantara dua heterokist.
o Fragmentasi
Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama terjadi pada Oscillatoria. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filamen menjdi 2 bagian atau lebih. Masing – masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi juga dapat terjadi dari pemisahan dinding yang berdekatan pada trikom atau karena sel yang mati yang mngkin menjadi potongan bikonkaf yang terpisah atau necridia. Susunan hormogonium mungkin meliputi kerusakan transeluler.
o pemisahan koloni
o pembentukan spora
Pada keadaan yang kurang menguntungkan Cyanobacteria akan membentuk spora yang merupakan sel vegetatif. Spora membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan.
Contoh : Chamaesiphon comverficolus
• Generatif (seksual), yaitu:
o Isogami adalah peleburan antara dua gamet yang besar dan bentuknya sama.
o Anisogami adalah peleburan antara dua gemet yang bentuknya sama tetapi besarnya berbeda
o Oogami adalah peleburan antara sel telur dengan anterozoid
Beberapa contoh ganggang hijau
• Ganggang hijau bersel tunggal
o Chlamydomonas
o Chlorococcum
o Chlorella
o Euglena viridis
• Ganggang hijau berbentuk koloni
o Volvox
o Hydrodictyon
o Scenedesmus
o Pediastrum
o Dictyosphaerium
• Ganggang hijau berbentuk filamen
o Spirogyra
o Ulothrix
o Oedogonium
o Derbesia
o Zygnema
• Ganggang hijau berbentuk lembaran atau tumbuhan tinggi
o Ulva
o Halimeda
o Chara
o Nitella


KLASIFIKASI


Kelas Chorophyceae
a. Bangsa Vovocales
Dari suku Chalmydomonadaceae, marga Chalmydomonas, merupakan sel vegetatif berflagel dua dapat bergerak,dan uniselular. Pembikan seksual terjadi dengan peleburan sel vegetatif dan aseksual dengan pembelahan sel.

1. Bentuk sel Chlamydomonas 2. Daur hidup Chlamydomonas

b. Bangsa Volvocales
Dari Suku Volvocaceae dan Marga Volvox, merupakan sel vegetaif berflagel dua, hidup berkoloni (senobium) setiap sel dalam senobium dihubungkan dengan benang-benang sitoplasma. Dalam koloni besar terdapat sel vegetatif yang besar, sel-sel ini adalah Gonidia yang merupakan sel pemula dari koloni anak. Pembiakan seksual dengan cara oogami.
Konjugasi sel gamet Volvox


c. Bangsa Zygnematales
Dari suku Zygnemataceae serta marga Zygnema dan Spirogyra, Kedua marga ini tidak membentuk spora aseksual. Pada Spyrogyra memiliki piranoid yang banyak dan kloroplas bentuk spiral. Sedangkan pada Zygnema memiliki dua kloroplas bentuk bintang. Perkembangan seksual melalui konyugasi, dimana tiap sel dalam filamen menghasilkan satu gamet tidak memiliki flagel.

Konjugasi pada Spirogyra

d. Bangsa Clorococcales
Dari suku Hydrodictyaceaem serta marga Pediastrum dan Hydrodiction. Pediastrum memiliki senobium yang pada tepi selnya berbeda bentuk dengan sel bagian tengahnya. Senebium terbentuk dari Zoospora-zoosporan pada akhir masa kembara yang bergabung. Perkembangan seksual dilakukan dengan cara isogami yaitu dua gamet yang berflagel melebur menghasilkan zigot, pada waktu berkecambah zigot memiliki dua flagel. Hidrodictyon memiliki sel-sel koloni tersusun seperti jala.
e. Bangsa Chlorococcales
Dari suku Scenedesmaceae serta marga Scenedesmus, hidup di air tak mengalir memiliki scenodium terdiri dari empat-delapan sel ada juga yang enambelas sampai tiga puluh dua
Contoh Chiorophyta yang hidup di air laut:
Ulva
Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid (perhatikan gambar di bawah).


Kelas Charophyceae
Charophyceae hidup di air tawar terutama dibawah permukaan air, dan juga ada yang di air payau. Pada banyak jenis talus mengandung kalsium. Terdapat talus yang memiliki nodus dan internodus. Talus memiliki rizoid yang multiseluler.
Pembiakan vegetatif : nodus ditumbuhi sel bentuk bintang dan mengandung banyak karbohidran ini akan menjadi talus baru.Tunas-tunas dibentuk pada rizoid, protonema tumbuh dari nodus.
Pembiakan generatif:
Perkawinan oogami terdapat pada semua marga, alat kelamin jantan disebut Globul dan alat kelamin betina disebut nukul. Alat kelamin terletak pada nodus yang bagian luarnya bersifat steril dan bagian dalam bersifat fertil. Kebanyakan bersifat homotalus dan beberapa yang heterotalus. Macam marga dapat dikenali dari letak globul dan nukul.
Phaeophyta- Alga Coklat

Bentuk tubuh dan talus alga ini seperti tumbuhan tinggi, bersifat multiselular. Hidup di air laut terutama yang dingin, beberapa hidup di air tawar, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar = hold fast). Ganggang ini juga disebut rumput laut yang memiliki gelembung udara sebagai pelampung. Kromotor memiliki butir-butir fokusan sebagai sisa dari hasil metabolisme. Berwarna kecoklatan karena memiliki pigmen yang dominan fikosantin selain klorofil, karoten dan xantofil.alga ini banyak yang mengahsilkan algin (gel) yang dihasilkan dari marga Alaria, Macrocystis dan Laminaria.
Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, Zoospora dan aplanospora tanpa dinding dan Propagula yang merupakan cabang khusus dari talus yang mudah patah, sedangkan reproduksi generatif dengan anisogami, isogami dan oogami.

Pembagian Kelas pada Phaeophyta
Isogeneratae :
Memiliki pergiliran keturunan isomorf yang gametofit dan saprofit yang sama bentuknya, contoh Ektocarpus
Heterogenerata:
Pergiliran heteromorf, saprofit besar dengan bentuk tertentu dan gametofit kecil dengan bentuk filamen. Gametofit dapat dibedakan bila betina oogonium dan menghasilkan sel telur dan jantan membentuk anteredium dan menghasilkan anterezoid.
Bangsa Laminariales
Memiliki Giant Kleps, hidup di kedalaman 10-30m, pada laut yang dingin, menghasilkan sporangium, bila berkumpul menjadi satu disebut sorus, contoh marga lain adalah Macrocystis dan Nerocystis
Cyclospsorae
lnya membentuk alat kelamin yang disebut konseptakel jantan dan konseptakel betina. Di dalam konseptakel jantan terdapat Anteridium dan di dalam konseptakel betina terdapat oogonium yang menghasilkan ovum. Spermatozoid membuahi ovum yang menghasilkan zigot. Kelas Cyclosporeae hanya memiliki satu bangsa yaitu Fucales, contoh marga lain misalnya sargassum yang terapung atau melekat pada bebatuan, memiliki gelembung, perkembangbiakan dengan fragmentasi dan hidup di lautan tropika.
Fucus mnelekat pada bebatuan, memiliki gelembung, berkembangbiak dengan tfragmentasi talus , hidup di semua lautan.

Rhodophyta (alga merah)

Ganggang ini hidup di laut dan kira-kira 50 jenis di air tawar bentuk tubuh seperti rumput sehingga disebut dengan rumput laut. Tubuh bersel banyak bentuk seperti lembaran, talusnya mikroskopik dan multiseluler. Warna merah karena mengandung pigmen fikoeritrin. Reproduksi aseksual dengan pembentukan macam-macam aplanospora (monospora, bispora. Tetraspora, polispora dan spora netral) sangat jarang terjadi fragmentasi. Sedangkan seksual melalaui peleburan antara spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot. Zigot tumbuh menjadi ganggang merah.
Contoh: Euchemma spinosum, Gelidium, Rhodymenia dan Scinata.
Euchemma spinosum merupakan penghasil agar-agar di daerah dingin. Ganggang merah mempunyai pigmen yang disebut fikobilin yang terdiri dari fokoeritrin (merah) dan fikosianin (biru). Hal ini memungkinkan ganggang yang hidup di bawah permukaan laut menyerap gelombang cahaya yang tidak dapat diserap oleh klorofil. Kemudian pigmen ganggang ini menyampaikan energi matahari ke molekul klorofil.

Alga merah banyak dimanfaatkan untuk pembuatan agar-agar, misalnya dari bangsa Gelidiales marganya Gelidium, bangsa Gigartinales marganya Gigartina, dan Agardhiella, Gracilaria serta Euchema. Dari bangsa Gigartinales yaitu Chodrus crispus menghasilkan carrageein, yaitu gel yang sering digunakan sebagai emulsifying agent.


Cyanophyceae (Alga Biru)

1. Ciri –ciri :
a. Bersel tunggal ( Uniseluler ), ada pula yang berkoloni.
b. Memiliki klorofil, karotenoid serta pigmen fikobilin yang terdiri dari
fikosianin dan fikoeritrin.
c. Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulose,
kadang – kadang berlendir.
d. Inti sel tidak memiliki membran ( prokariotik)

2. Reproduksi
a. Pembelahan sel
Sel membelah menjadi 2 yang saling terpisah sehingga membentuk sel – sel tunggal, pada beberapa generasi sel – sel membelah searah dan tidak saling terpisah sehingga membentuk filamen yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang disebut trikom. Tempat – tempat tertentu dari filamen baru setelah mengalami dormansi ( istirahat yang panjang ). Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara contoh pada Gleocapsa. Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogen (terlihat dengan mikroskop cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel vegetatif. Sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penabalan eksternal oleh tambahan zat yang kompleks.


b. Fragmentasi
Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama terjadi pada Oscillatoria. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filamen
menjadi 2 bagian atau lebih. Masing – masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi juga dapat terjadi dari pemisahan dinding yang berdekatan pada trikom atau karena sel yang mati yang mngkin menjadi potongan bikonkaf yang terpisah atau necridia. Susunan hormogonium mungkin meliputi kerusakan transeluler.

c. Spora
Pada keadaan yang kurang menguntungkan Cyanobacteria akan membentuk spora yang merupakan sel vegetatif. Spora membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan.

3.Klasifikasi
Cyanophyceae termasuk dalam kingdom Monera, divisi cyanophyta Cyanophyceae dibedakan dalam 3 ordo berdasarkan bisa tidaknya membentuk spora yaitu : ordo Chroococcales, Chamaesiphonales, dan Hormogonales.

a. Ordo Chroococcales
Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau – hijauan. Umumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah. Setelah pembelahan sel – sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi dan dengan demikian terbentuk kelompok – kelompok atau koloni contoh spesies dari ordo chroococcales :
1. Chrococcus
Organisme uniseluler atau berkelompok dalam bentuk agregat dari 2 atau 4 sel hal ini disebabkan
Karena kegagalan dari hasil pembelahan sel untuk berpisah dengan cepat. Hasil pembelahan sel dari Chrococcus berbentuk setangah bola, sedangkan Gleocapsa berbentuk bulatan atau memiliki kutub.
2. Gleocapsa

Berbentuk bulat memanjang dan dikelilingi oleh membran dengan beberapa generasi sel yang terdapat di dalamnya. Membran kadang – kadang ada yang berpigmen. Gleocapsa terdapat pada batuan yang lembab atau pada air



3. Anacystis
Bentuknya bulat silindris, menuju bentuk basil dan mengalami pembelahan secara transversal. Setiap individu dikelilingi oleh membran yang lembut. Sel mungkin terdapat di dalam matriks.
4. Merismopedia
Sel tersusun atas matriks di dalam sebuah lapisan tunggal yang tipis dan berliku yang dipelihara dan tumbuh dari pembelahan sel dalam 2 arah. Spesies ini mungkin berentuk plenkton atau epipelic dan terdapat dalam air yang tenang. Reproduksi dari bentuk koloni adalah dengan cara fragmentasi.
5. Eucapsis
Pembelahan sel kearah 3 garis tegak lurus dan membentuk sarkinoid. Reproduksi dengan cara fragmentasi.
6. Coelosphaerium
Koloni berbentuk bulatan yang irreguler tersusun oleh matriks yang berkoloni pada bagian tepi. Sel berwarna hijau – biru atau mungkin gelap dan terisi oleh gelembung gas. Coelosphaerium sering terdapat pada plankton.
7. Mycrocystis
Koloni berbentuk bulatan atau tidak beraturan. Sel dari Mycrocystis disebarkan merata oleh kumpulan matriks. Mereka sering berwarna hitam atau merah karena adanya kandungan gelembung gas. Mycrocystis adalah plankton yang keras, ini bukti bahwa Mycrocystis biasanya menyebabkan luapan air dan mensekresikan zat penghambat bagi ganggang lainnya.


b.Ordo Chamaesiphonales
Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang yang mempunyai spora. Benang – benang itu dapat putus – putus merupakan hormogonium yang dapat merayap dan merupakan koloni baru. Spora terbentuk dari isi sel ( endospora ) setelah keluar dari sel induknya spora
dapat menjadi tumbuhan baru.

Ordo Chamaesiphonales dibagi menjadi 3 famili yaitu :
1. Famili Pleurocapcaceae
a. Xenococcus
Bulatan sel dari Xenococcus menempel pada filamen alga, mereka mengalami pembelahan
anticlinal untuk meningkatkan ukuran dari koloni. Setiap sel dapat memproduksi banyak
endospora dan disebut baeocyt yang membedakan mereka dari spora bakteri. Endospora dari beberapa ganggang hijau – biru mungkin bersifat motil untuk periode yang singkat.
b.Hyella
Cabang trikom dari Hyella tumbuh dari desmoschsis yang hidup dalam cangkang kalkareus atau bersama ganggang lainnya. Filamen besal mungkin menjadi pluriseriata. Banyak sel mungkin terbagi dalam bentuk endospora.
2. Famili Dermocarpaceae
Pembelahan sel vegetatif menjadi 2 bagian sel yang sama mungkin terjadi dalam anggota famili ini. Contoh spesiesnya antara
lain :
Dermocarpa
Selnya berbentuk bulat hingga ramping atau pyriform dan tumbuh terikat pada substrat dalam kelompok. Reproduksi diselesaikan sendiri oleh endospora yang mungkin berkembang dalam jumlah besar dengan sel vegetatif
3. Famili Chamoesiphonaceae
Contoh spesies ini adalah : Chamaesiphon
Persebarannya luas dan umumnya epifit. Berada pada tanaman angiospermae aquatik, lumut , dan ganggang khususnya Chladophora dan pada tanaman dewasa, protoplast pada kutub distal membentuk sebuah rantai spora yang disebut exospora.

c.Ordo Hormogonales
Sel – selnya merupakan koloni berbentuk benang atau diselubungi suatu membran. Benang – benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu. Benang – benang itu selalu dapat membentuk hormogonium.

Ordo Hormogonales dibagi menjadi 5 famili yaitu:
1. Famili Oscillatoriaceae
Hidup dalam air atau di atas tanah yang basah, sel – selnya bulat, merupakan benang – benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir. Pada jarak jarak tertentu pada benang – benang itu terdapat sel – sel yang dindingnya tebal, kehilangan zat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga kelihatan kekuning – kuningan dan dinamakan heterokista. Heterokista ini dalam keadaan khusus dapat tumbuh menjadi benang baru tetapi fungsinya belum dikenal dan biasanya lekas mati.
Contoh spesies ini yaitu :
a. Oscillatoria
Trikom dari Oscillatoria berbentuk silindris dan tidak bercabang. Mereka hanya mempunyai satu membran. Trikom sering berada di massa pelampung atau bagian mengkilap pada tanah lembab. Selnya pendek dan lebar kecuali untuk sel ujungnya yang mungkin tertutup dan tipis. Trikom dari oscillatoria menunjukkan pertumbuhan meluncur, rotasi dan gerakan oscillatori. Reproduksi dilakukan oleh hormogonia.
b. Spirullina
Ganggang ini mengandung kadar protein yang tinggi sehingga dijadikan sumber makanan. Spirullina mampu menghasilkan karbohidrat dan senyawa organik lain yang sangat diperlukan oleh tubuh, juga menghasilkan protein yang cukup tinggi.
c. Mycrocaleus
Berkas dari trikom kadang – kadang menggulung satu sama lain berada pada membran
yang sama. Trikom menonjol keluar dari pucuk membran. Dinding terluar dari ujung sel menebal. Beberapa spesies Mycrocaleus hidup pada air tawar, laut dan juga pada pasir yang lembab
2.Famili Nostocaceae
Trikom tidak bercabang dan heterokist dan akinet terdapat pada organisme dewasa. Heterokist mungkin bersambung atau interkalar. Contoh spesies ini yaitu :
a. Nostoc
Nostoc lebih umum hidup pada terestrial / sub aerial daripada aquatik. Persebarannya luas pada tanah alkali dan pada batuan lembab. Agregat gelatin dari filamen mempunyai jeli. Trikom dikelilingi oleh lapisan tunggal dan pada organisme dewasa terdapat kumpulan matriks. Sel seperti manik –manik mengalami pembelahan sel secara rata yang meningkatkan panjang dari bentuk trikom.membran mungkin kuning tau kecoklatan.
b. Anabaena
Sebagian besar spesies anabaena bersifat aquatik dan beberapa bersifat planktonik.trikom dewasa dari Anabaena

menghasilkan heterokist dan akinet yang ukurannya berbeda dari sel vegetatif.
c. Cylindrospermum
Memiliki heterokist yang selalu basal dan dibawah keadaan normal. Sel yang berbatasan menjadi berpindah kedalam akinet silindris.
3. Famili Scytonemataceae
Trikom disertai membran yang mungkin berwarna. Trikom dicirikan oleh percabangan palsu tanpa pembelahan sel inisiasi pada bidang yang baru, trikom atau hormogonia putus atau tumbuh menyambung membran. Contoh spesies ini yaitu : Tolipotrix
Diameter trikom seragam dan disertai membran yang sempit. Tipe percabangan palsu timbul dari sekitar heterokist.
4. Famili Stigonemataceae
Trikom dari beberapa genera adalah pluriseriata. Trikomnya berbeda dari cyanophyta lainnya dalam percabangannya yaitu dimulai oleh pembelahan sel pada bagian yang baru. Contoh spesies ini yaitu :
a. Hapalosiphon
Spesies ini tumbuh pada air yang asam atau netral dan bersifat epifit pada tanaman aquatik lain. Sel berbentuk pendek silindris. Pada membran terdapat hialin, hetrokist interkalar dan akinet. Hormogonia biasanya dari percabangan yang mugkin timbul unilateral atau bilateral spesies.
b. Stigonema
Hidup pada batuan yang lembab dan tanah yang lebih banyak terdapat air. Trikom utama pluriseriata, membran tidak berwarna atau kuning kecoklatan. Pertumbuhan ujung lebih luas dan percabangannya sama dengan sumbu utama, bentuk sel mugkin bulat atau pipih. Mereka terlihat disambung oleh untai protoplasmik kasar. Hormogonia dihasilkan dari ujung percabangan.
5. Famili Rivullariaceae
Trikomnya meruncing dari dasar sampai apeks atau dari tengah ke arah 2 ujung. Contoh spesies ini yaitu :
a. Calothrix
Hidup pada air tawar, air laut dan mungkin melapisi batu – batuan atau menempel pada ganggang dan tanaman aquatik lainnya. Filamen meruncing dan tidak bercabang
/ memiliki percabangan palsu. Percabangan palsu dapat lepas dari trikom induk. Heterokist biasanya basal dan jika ada akinet berdekatan dengan heterokist basal
b. Rivularia
Rivularia tidak memiliki akinet. Beberapa spesies dari Rivularia bersifat sub areal pada karang yang lembab

Jumat, 23 Maret 2012

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP


KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

A. KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP
    Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu,  
    seperti banyaknya persamaan dan perbedaan baik, secara morfologi, fisiologi, maupun anatominya.
    Makin banyak persamaan, maka makin dekat tali kekerabatannya.
    Klasifikasi makhluk hidup pada mulanya dibedakan atas dua kelompok, yaitu makhluk hidup yang
    bermanfaat dan tidak bermanfaat. Selanjutnya, pengklasifikasian itu berkembang dengan cara lain seperti
    berdasarkan tempat hidupnya, misalnya hewan darat dan hewan air, tumbuhan darat dan tumbuhan air,
    berdasarkan ukuran besar kecilnya, misalnya tumbuhan rumput-rumputan, tumbuhan pepohonan,
    tumbuhan perdu dan berdasarkan kegunaannya, misalnya tumbuhan pangan, tumbuhan obat-obatan, dan
    lain-lain.

   1. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
      
Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
       a. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciriciri yang dimiliki
       b. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup
           dari jenis yang lain.
       c. Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup.
       d. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.
   
       Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut:
       a. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam .
      
b. Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain .
   
  2. Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
     
Dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah sebagai berikut.
     a. Berdasarkan Persamaan
     b. Berdasarkan Perbedaan
     c. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi
     d. Berdasarkan Ciri Biokimia
     e. Berdasarkan Manfaat

B. MACAM-MACAM KLASIFIKASI
     Seiring dengan perkembangan zaman, sistem klasifikasi makhluk hidup dilakukan dengan alasan-alasan
     tertentu yang dimulai dan dirintis oleh ilmuwan terdahulu dan terus berkembang sampai sekarang. Hal ini
     dikarenakan adanya penemuan-penemuan baru yang sesuai dengan perkembangan peradaban manusia.
     Ada beberapa alasan yang digunakan para ahli sebagai dasar sistem klasifikasi. Untuk itulah sistem
     klasifikasi dapat digolongkan menjadi tiga golongan/kelompok, yaitu sistem alami, sistem buatan, dan
     sistem filogenik.

     1. Klasifikasi Sistem Alami
         Anda sudah mengetahui bahwa klasifikasi pada dasarnya berpijak dari adanya persamaan. Hal ini
         dapat kita ketahui dengan mengamati makhluk hidup secara morfologi. Misalnya, kita mengamati
         binatang kucing, anjing, sapi, kuda, dan harimau. Jika kita lihat secara alami, dapat kita ketahui bahwa
         kelima binatang itu mempunyai empat kaki, sehingga membentuk suatu kelompok seperti yang
         dikehendaki alam, yaitu kelompok binatang yang berkaki empat. Dengan demikian, dapat diketahui
         bahwa klasifikasi sistem alami merupakan terbentuknya suatu kelompok-kelompok makhluk hidup
         secara alami. Tokoh klasifikasi sistem alami adalah Aristoteles , seorang berkebangsaan Yunani pada
         tahun 350 SM. Beliau membagi makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan dan
         tumbuhan. Dunia hewan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya,
         sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.

     2. Klasifikasi Sistem Buatan
         Dibandingkan sistem klasifikasi secara alami, sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna, dan
         mudah dipahami apabila dibandingkan sistem klasifikasi sebelumnya. Klasifikasi ini pertama kali
         diperkenalkan oleh Carl Von Linne (1707-1778) yang dikenal dengan nama Carolus Linnaeus ,
         seorang ahli botani berkebangsaan Swedia. Beliau dinobatkan sebagai “Bapak Taksonomi”.
         Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus didasarkan atas persamaan dan perbedaan struktur
         tubuh makhluk hidup, dengan cara-cara berikut :
         a. Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar maupun ciri
             struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup.
        b. Apabila ada yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip dijadikan satu kelompok, adapun
            yang memiliki ciri berlainan dikelompokkan tersendiri.
        c. Memberikan istilah tertentu untuk setiap tingkatan klasifikasi yang didasarkan pada banyak
            sedikitnya persamaan ciri pada setiap jenis makhluk hidup yang dikelompokkan.
       Tingkatan klasifikasi yang digunakan oleh Linnaeus adalah sebagai berikut :
       •  Kingdom/Regnum : dunia/kerajaan
       •  Filum/Divisio : bagian/keluarga besar
       •  Klassis : kelas
       •  Ordo : bangsa
       •  Familia : suku
       •  Genus : marga
       •  Species : jenis
      Jika kita perhatikan klasifikasi tersebut terdiri atas beberapa tingkatan, mulai dari kelompok besar,
      kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Selanjutnya, kelompok kecil dibagi menjadi
      beberapa kelompok kecil lagi sehingga akan terbentuk kelompok-kelompok yang lebih kecil yang
      hanya mempunyai anggota satu jenis makhluk hidup.
      Tiap tingkatan kelompok inilah yang disebut takson . Takson disusun dari tingkat tinggi ke tingkat
      rendah. Dengan demikian, semakin tinggi tingkatan takson, maka semakin umum persamaan ciri-ciri
      yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup. Sebaliknya, semakin rendah tingkatan takson, maka semakin
      khusus persamaan ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup. Biasanya tingkatan ini memiliki
      jumlah makhluk hidup yang sedikit.
      a. Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia)
          Tingkatan takson ini merupakan tingkatan tertinggi untuk makhluk hidup. Semua hewan dimasukkan
          dalam kingdom Animalia dan semua tumbuhan dimasukkan dalam kingdom Plantae .
      b. Filum atau Divisio (Keluarga Besar) 
          Apabila kita mengelompokkan suatu makhluk hidup dalam kingdom, maka dengan melihat
          persamaan ciri-cirinya akan dimasukkan ke dalam suatu keluarga besar. Keluarga besar tersebut
          dimasukkan dalam filum untuk jenis hewan dan dimasukkan ke dalam divisio untuk jenis
           tumbuhan.
          Misalnya hewan yang memiliki kaki berbuku-buku dan kutikula yang keras dimasukkan dalam filum
          Arthropoda.
          Penamaan filum hewan tidak memiliki akhiran yang khas, sedangkan penamaan divisio tumbuhan
          diberi akhiran yang khas, misalnya phyta dan mycota. Tumbuhan yang berbiji dimasukkan dalam
           divisio Spermatophyta, jamur berbasidium dimasukkan dalam divisio Basidiomycota.
       c. Kelas 
          
Tingkatan takson ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau divisio, artinya apabila kelompok
           makhluk hidup dalam divisio/filum memiliki ciri-ciri yang sama, maka dimasukkan dalam satu kelas.
           Contoh kelas pada hewan, yaitu hewan menyusui/Mamalia, misalnya anjing, kucing, kelinci, dan
           lain-lain. Adapun kelas pada tumbuhan ada dua, yaitu tumbuhan berbiji berkeping satu dan
           berkeping dua. Dengan demikian, tumbuhan mempunyai divisio: Spermatophyta, kelas:
           Monocotyledonae dan Dicotyledonae.
      d. Ordo (Bangsa)
          
Tingkatan takson yang lebih rendah dari kelas adalah ordo. Pada tumbuhan, nama ordo pada
           umumnya diberi akhiran ales , sedangkan pada hewan tidak memiliki akhiran. Contoh dari hewan
           mempunyai ordo Carnivora (bangsa pemakan daging), Omnivora (bangsa pemakan
           tumbuhtumbuhan). Adapun pada tumbuhan contohnya kelas Dicotyledonae mempunyai ordo  
           Graminales (bangsa rumput-rumputan), Rosales (bangsa mawarmawaran).
       e. Famili (Suku atau Keluarga)
          
Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Pada tingkatan family ini terdapat suatu
           kelompok yang berkerabat dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Nama famili pada tumbuhan
           pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi akhiran idae . Contoh
           keluarga hewan, yaitu Canidae (keluarga anjing), Falidae (keluarga kucing). Contoh keluarga
           tumbuhan adalah Solanaceae (keluarga kentang), Rosaceae (keluarga mawar).
       f. Genus (Marga)
         
Takson genus adalah nama takson yang lebih rendah dari famili. Nama genus terdiri atas satu kata
          yang diambil dari kata apa saja, bisa dari nama hewan atau tumbuhan, zat kandungan, dan
          sebagainya. Huruf pertamanya diawali dengan huruf kapital dan ditulis dengan miring atau ditulis
          tegak dengan digaris bawah. Contoh untuk hewan adalah Canis (marga anjing), Felis (marga
          kucing), Taenia (marga cacing). Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa (marga mawar),  
          Annona   (marga sirsak dan srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan).
      g. Species (Jenis) 
         
Species merupakan tingkatan takson paling rendah dan menjadi unit atau satuan dasar klasifikasi.
          Species adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan antarsesamanya dan
          akan menghasilkan keturunan yang subur (fertil). Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam
          genus, hanya pada species terdiri atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama
          marga (genus), sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya. Untuk kata yang kedua, huruf
          awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital. Contohnya: Canis familaris (anjing), Taenia 
          solium (cacing pita) , Rosa gallica (mawar), Carica papaya (pepaya), Oryza sativa (padi).

  3. Klasifikasi Sistem Filogenik
      Sistem klasifikasi ini dikelompokkan berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antarorganisme atau
      kelompok dengan melihat keturunan dan hubungan kekerabatan. Organisme atau kelompok yang
      berkerabat dekat memiliki persamaan ciri yang lebih banyak bila dibandingkan dengan organisme atau
      kelompok yang berkerabat jauh. Cara mengelompokkan makhluk hidup dilakukan dengan mengamati
      ciri-ciri secara morfologi, anatomi, fisiologi, dan perilaku.


C. KLASIFIKASI DALAM BIOLOGI MODERN
    Seiring dengan perkembangan ilmu biologi yang bertambah maju, maka metode klasifikasi makhluk hidup
    dipelajari tersendiri dalam cabang ilmu taksonomi. Sebelumnya Anda sudah mempelajari tentang
    klasifikasi sistem filogenik. Dasar itulah yang digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup yang lebih
    modern.
    Apabila kita mencoba melakukan klasifikasi terhadap suatu makhluk hidup dengan baik dan benar, maka
    kita harus melalui beberapa tahap, yaitu pencandraan, pengelompokan, dan pemberian nama.


D. SISTEM KLASIFIKASI 
     Klasifikasi yang didasarkan pada filogenik telah mengalami berbagai perkembangan karena adanya
     penemuan-penemuan baru yang sesuai dengan peradaban manusia. Mulanya pada abad ke-19 sampai 
     20 masih menggunakan sistem dua kingdom, yaitu dunia tumbuhan ( Plantarum ) dan dunia hewan (  
     Animalia ), tetapi pada kenyataannya untuk organisme tingkat rendah seperti Amoeba , Paramecium ,
     dan Hydra sangat sulit ditentukan, termasuk dunia tumbuhan ataukah dunia hewan. Oleh karena itu, para
     ahli mengemukakan berbagai sistem klasifikasi sebagai berikut.
    1. Sistem Klasifikasi Dua Kingdom
        Penemu sistem ini adalah ilmuwan yang bernama Aristoteles (Yunani). Pengelompokan makhluk hidup
        tersebut adalah sebagai berikut.
        a. Kingdom tumbuhan (Plantarum) , memiliki ciri-ciri berdinding sel, berklorofil, dan berfotosintesis.
            Bakteri dan jamur meskipun tidak berklorofil tetap dimasukkan dalam kerajaan tumbuhan.
        b. Kingdom hewan (Animalia), memiliki ciri-ciri tidak berdinding sel, tidak berklorofil dan dapat
            bergerak bebas, yang termasuk pada kingdom ini seperti Protozoa, Mollusca, Porifera, 
            Coelenterata, Arthropoda, Echinodermata dan Chordata .
    2. Sistem Klasifikasi Tiga Kingdom
       
Penemu sistem kingdom ini adalah Ernest Haekel (Jerman) tahun 1866, pengelompokan makhluk
        hidup tersebut adalah sebagai berikut.
        a. Kingdom Monera, memiliki ciri-ciri tubuh tersusun atas satu atau banyak sel, inti selnya tanpa
            selubung ( prokariotik ), contohnya adalah bakteri dan ganggang biru.
        b. Kingdom Plantae, yang temasuk dalam kingdom ini adalah alga, jamur, lumut, paku, dan tumbuhan
            berbiji.
        c. Kingdom Animalia, yang termasuk dalam kingdom ini adalah dari golongan Protozoa sampai
           golongan Chordata.
   3. Sistem Klasifikasi Empat Kingdom
      
Penemu sistem kingdom ini adalah Robert Whittaker pada tahun 1959. Pengelompokan makhluk
       hidup tersebut berdasarkan struktur sel yang dibedakan antara sel eukariotik , yaitu sel yang memiliki
       selaput inti, dan sel prokariotik , yaitu sel yang tidak memiliki selaput inti. Keempat kingdom itu antara
       lain:
       a. Kingdom Monera, ciri-cirinya adalah memiliki inti tanpa membrane ( prokarion ), contohnya
           bakteri dan ganggang biru.
      b. Kingdom Fungi, mencakup semua jamur.
      c. Kingdom Plantae, meliputi semua ganggang kecuali ganggang biru, lumut, paku, dan tumbuhan
         berbiji.
      d. Kingdom Animalia, meliputi semua hewan, mulai dari Protozoa sampai Chordata. 
  4. Sistem Klasifikasi Lima Kingdom 
     
Sistem ini merupakan penyempurnaan dari sistem empat kingdom oleh Whittaker pada tahun 1969
      dengan menggunakan dasar tingkatan organisme, susunan sel, dan faktor nutrisinya. Klasifikasi ini
      dianut oleh banyak ilmuwan sampai sekarang.
      Adapun sistem klasifikasi lima kingdom ini adalah sebagai berikut.
      a. Kingdom Monera, meliputi semua makhluk hidup atau organisme yang prokariotik, bersel satu, dan
          mikroskopis. Contohnya, semua bakteri dan ganggang hijau biru ( Cyanobakteri ), misalnya  
         Escherichia coli, Anabaena sp. , dan Nostoc sp.
     b. Kingdom Protista, sebagian besar terdiri atas organisme yang bersel satu, eukariotik, umumnya
         sudah memiliki ciri-ciri seperti tumbuhan dan hewan. Contohnya: Euglena, Paramecium, dan  
         Amoeba .
      c. Kingdom Fungi, memiliki ciri-ciri eukariotik, tidak berklorofil sehingga tidak berfotosintesis.
          Contohnya: Mucor, Saccharomyces, Pleurotus (jamur tiram), Agaricus, dan lain-lain.
      d. Kingdom Plantae, terdiri atas semua organisme eukariotik, bersel banyak, berdinding sel yang
          mengandung selulosa, berklorofil, berfotosintesis, autotrof. Kerajaan tumbuhan dibagi menjadi
          tumbuhan berspora (lumut, paku) dan berbiji. Contohnya: padi, mawar, lumut hati, dan paku ekor
          kuda.
      e. Kingdom Animalia: memiliki ciri-ciri eukariotik, bersel banyak, tidak berklorofil sehingga tidak
         berfotosintesis, tidak berdinding sel, heterotrof. Contohnya: burung, gajah, ular, ayam, dan
         sebagainya. 
  5. Sistem Klasifikasi Enam Kingdom
     
Sistem ini menganut bahwa virus dimasukkan dalam kingdom tersendiri, oleh karena itu tingkatan
      klasifikasi ada enam kingdom, yaitu Virus, Protista, Monera, Fungi, Plantae dan Animalia.


CONTOH KUNCI DETERMINASI TUMBUHAN
1. Kunci menuju ke Tingkat takson Familia 
2. Kunci menuju ke Kingdom Plantae Divisi Spermatophyta Sub Divisi Gymnospermae dan 
3. Kunci menuju ke Kingdom Plantae Divisi Spermatophyta Sub Divisi Angiospermae Class 

Kunci determinasi lengkap (tanpa Pteridophyta) klik disini

Link pendukung kunci determinasi tumbuhan

Juga bisa identifikasi secara online di Layanan Herbarium Bandungense




Rabu, 08 Februari 2012

CARA MENGHITUNG NILAI HAMBATAN RESISTOR

Secara umum resistor mempunyai 4 gelang warna tapi ada juga yang 5 gelang
Resistor yang digunakan di LAB IPA MAN 2 PWT adalah yang 4 gelang
silahkan download dengan klik judul posing ini

Jumat, 03 Februari 2012

SOAL UJIAN PRAKTIKUM FISIKA TAHUN AJARAN 2012

SOAL UJIAN PRAKTIKUM FISIKA UNTUK TAHUN 2012 MASIH SAMA DENGAN TAHUN 2011.
HANYA ADA SEDIKIT PERUBAHAN TAPI PADA INTINYA SAMA.

UNTUK MELIHATNYA SILAHKAN LIHAT LINK YANG TERSEDIA

http://labipaman2pwt.blogspot.com/2011_01_09_archive.html

atau download di link berikut :

http://www.mediafire.com/download.php?4dzg8rdvmevq1o1

Jumat, 06 Januari 2012

PRAKTIKUM BIOLOGI BERSAMA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO (UMP)

Praktikum dilaksanakan pada saat liburan semester ganjil 2011-2012
diikuti oleh 3 kelas yaitu  kelas X 8,9,10
materi praktikum adalah pemanfaatan banteri dalam pembuatan Nata de Coco
praktikum ini terlaksana atas kerja sama antar MAN purwokerto 2 dengan Fakultas Teknik UMP


 BERIKUT INI DOKUMENTASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM :

Pemberian materi dan prosedur pembuatan Nata


 Proses pembuatan media / pengolahan bahan pembuat Nata  yang dilanjutkan penanaman bibit bakteri  Acetobacter xylinum pada keesokan harinya karena menunggu media benar - benar dingin





 proses pemanenan nata yang telah terbentuk setelah inkubasi selama 14 hari


 hasil nata de coco yang telah mengalami pengolahan lebih lanjut sehingga siap makan
beberapa siswa tengah menyiapkan nata de coco dalam wadah kecil untuk dibagikan kepada siswa yang telah melaksanakan praktikum